RSS

Membenamkan asa mengingat rupamu
membalut sesal dalam jiwa
matamu nanar tatapku pedih
menghunus rasa tak terjangkau

kau mawar
hitam dalam gelap
tak tampak rupamu dalam kelam
harummu semerbak, durimu menyeruak
darah, penyesalan

kau membunuh dalam senyum
penjagal ulung dalam perasaan
mengikis lembut penuh perih
mati, perlahan

kau mutiara dalam lumpur
indahmu nyata namun tak kurasa
hanya sedikit kilau
antara keruhnya cinta

sesal, noda, derita

tiada sajak yang berkesan
antara tangisan dan penyesalan
semua keruh, kelam, tak bersuara

kering, serak, dan membisu

kini hatiku menarik diri
mencoba lapangkan sanubari
setelah tersayat duri-duri
mawar hitam di dalam sunyi

Read Users' Comments (0)

Gombal Cantik

wajah itu
menyihir mataku enggan berkedip
terlupa sejenak aku tak layak
namun sepintas tak lupa
terus membayang

cantik
begitu nyaman mata mencumbumu
tak lepas mimpi malam kau hantui
cantik
gila jadinya, kesadaranku pecah
meluapkan rasa membuncah

cantik
mengikis pedihku akan luka lama
meraup rinduku yang lama nestapa
menggedor jantungku, menjerat nadiku

cantik
wajahmu manis menyita rindu
menjarah hatiku yang lama tak tersentuh
ragu aku akan rasa
namun yakin itu nyata
cantik
senyummu indah membasuh jiwa
mengikat rindu menjarah rasa
pelan
pelan
tersemai kembali cinta tersita
terngaung akan wajah merona

Read Users' Comments (0)

Rasa temaram

lepaskan semua bebanku
genggaman tanganmu, kekang aku
membekap sesak
menyiksa, membelit jiwaku

jangan kau menjerat
namun akhirnya kau abaikan
terseok dalam harap dan asa terluka
perlahan tancapkan perih derita

beralaskan daun rembulan
bertiraikan senyuman bintang
kuterka cara untuk melepas getaran
tapi sedikitpun enggan menjauh
selalu terasa dekat
terikat
terpaku
memberi perih dalam senyum

berteman embun sirami fajar
tetap kulirik dengan mata temaram

Read Users' Comments (0)

dalam diam, aku rasa nikmat-Mu

mungkin
sejenak aku menarik nafas
menggumam pada malam, eluhkan kelelahan hati
terasa semua mengkhianati
yang dahulu setia mendekap menghabiskan malam

tak terasa malam kembali menyendiri
hening hanya terasa temani
temaram malam sepi permata
deru angin hanya terbersit sejenak ditelinga

kembali aku ke masa lalu
mengenang lembaran kusut yang terajut senyumanmu
menyusun kembali serpihan rindu yang membatu
dihati, tak ingin lari, lepas pun enggan

malam merindukanmu
mentikkan pedih akan cinta yang pasrah
ikhlas rasa yang tak terbalas
senyum pedih tak lekang
mengharap hatimu yang kian jauh
aku hanya terdiam
bercumbu dengan kelam malam
dibawah naungan sinar gelap
aku diam, terpaku, hanyut dalam siulan rembulan
aku rasa nikmat-Mu
ditengah perjalanan nestapa ini

Read Users' Comments (0)

aku, kau menunggu

Karya Muhammad Ihwan

lihatlah sejenak
pandang tatapku penuh harap denganmu
meniti jejak-jejak hampa menantimu
menggores waktu, sia-siakan masa lalu

deburan tangis tak terdengar lagi
tak ada lagi perih yang menggelayuti
hanya termangu menunggu
dibalik tirai peluh jiwaku

aku enggan kembali menangis
semakin sempit perih yang kau lukis
namun masih aku bosan
menunggu pasti sebuah jawaban

harap hilang timbul dari kerlingmu
dekat dan jauh tergantung dibibirmu
apakah aku yang harus menunggu
atau kau menunggu aku

Read Users' Comments (0)

Badai Pasti Berlalu

Dipopulerkan oleh Chrisye


awan hitam di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran
satu satu jatuh ke pangkuan
kutenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu sebelum ku mencapai
langkahku yang jauh

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

gelisah kumenanti tetes embun pagi
tak kuasa ku memandang dikau matahari

kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti

badai pasti berlalu
badai pasti berlalu

Read Users' Comments (0)

Merepih Alam

Dipopulerkan Oleh Chrisye

Merepih alam, dimalam berselubung kabut kelam
wajahmu meredup tercermin haus cahaya
meremang gulana
menatap reruntuhan dalam duka

 kunanti fajar berkawan angin malam
merindukan belaianmu
oh asmara, oh asmara
insanmu menanggung rindu

 oh asmara
benamkan diriku dalam dekapan 
tanganmu yang hangat
penyegar cita rasaku
bukakan pintumu, kan kujelang kau pelita hidupku

bawa aku serta berlayar menuju pantai harapan
bersamamu
oh asmara, oh asmara
insanmu menanggung rindu

Read Users' Comments (0)